Peran Dongeng dalam Penguatan Karakter Anak Usia Dini

Authors

  • Ni Nyoman Bening Cahaya Wijaya Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Keywords:

dongeng, penguatan karakter, anak usia dini, pendidikan karakter, kearifan lokal

Abstract

Dongeng merupakan warisan budaya lisan yang memiliki potensi besar sebagai media penguatan karakter anak usia dini karena disampaikan melalui bahasa naratif yang dekat dengan dunia imajinatif anak. Kajian ini bertujuan menganalisis peran dongeng dalam penguatan karakter anak usia dini berdasarkan literatur ilmiah terkini. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap 32 sumber yang terdiri atas artikel jurnal terindeks Scopus, DOAJ, dan SINTA, buku referensi, serta dokumen kebijakan yang dipublikasikan pada rentang 2015-2025. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik content analysis dan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan lima peran utama dongeng dalam penguatan karakter anak usia dini: (1) sebagai media internalisasi nilai moral melalui identifikasi anak dengan tokoh; (2) sebagai stimulan perkembangan empati dan perspective-taking melalui pengalaman vikarius; (3) sebagai sarana pengembangan regulasi emosi melalui pengenalan dan pengelolaan emosi tokoh; (4) sebagai medium pelestarian kearifan lokal yang menanamkan karakter berakar budaya Nusantara; dan (5) sebagai jembatan komunikasi orang tua-anak yang memperkuat kelekatan emosional. Simpulan kajian menegaskan bahwa dongeng berperan multidimensional sebagai medium pedagogis, psikologis, dan kultural dalam penguatan karakter anak usia dini. Implikasi praktisnya adalah perlunya revitalisasi tradisi mendongeng di keluarga dan satuan PAUD, pengembangan dongeng berbasis kearifan lokal, serta pelatihan keterampilan mendongeng bagi orang tua dan pendidik.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Cahaya Wijaya, N. N. B. (2026). Peran Dongeng dalam Penguatan Karakter Anak Usia Dini. Astiti: Jurnal Pengasuhan Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 23–34. Retrieved from https://raresemesta.or.id/index.php/astiti/article/view/6