Potret Penguatan Konsep Tri Hita Karana pada Anak Usia Dini
Keywords:
Tri Hita Karan, Anak Usia Dini, Karakter Holistik, Kearifan Lokal Bali, Pendidikan HinduAbstract
Tri Hita Karana merupakan filosofi hidup masyarakat Hindu Bali yang mengandung tiga sumber kebahagiaan melalui harmoni dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan alam lingkungan (palemahan). Konsep ini relevan ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk karakter holistik anak yang seimbang secara spiritual, sosial, dan ekologis. Kajian ini bertujuan memotret penguatan konsep Tri Hita Karana pada anak usia dini berdasarkan literatur ilmiah terkini. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap 30 sumber yang terdiri atas artikel jurnal terindeks SINTA dan DOAJ, buku referensi Hindu, sastra suci, serta dokumen kebijakan yang dipublikasikan pada rentang 2015-2025. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik content analysis dan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan empat potret penguatan Tri Hita Karana pada anak usia dini: (1) penguatan parahyangan melalui pembiasaan ibadah, mengenal pelinggih, dan kidung sederhana; (2) penguatan pawongan melalui pengembangan sikap menyama braya, gotong royong, dan menghormati orang yang lebih tua; (3) penguatan palemahan melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan alam, menanam tanaman, dan memelihara hewan; serta (4) strategi terintegrasi yang memadukan ketiga aspek dalam aktivitas keseharian, baik di rumah, sekolah, maupun komunitas adat. Simpulan kajian menegaskan bahwa penguatan Tri Hita Karana pada anak usia dini bersifat holistik dan kontekstual, serta perlu didukung oleh sinergi keluarga, satuan PAUD, dan masyarakat adat. Implikasi praktisnya adalah perlunya integrasi nilai Tri Hita Karana dalam kurikulum PAUD dan program parenting berbasis kearifan lokal Bali.
